{"id":21775,"date":"2026-02-11T13:28:04","date_gmt":"2026-02-11T13:28:04","guid":{"rendered":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/?p=21775"},"modified":"2026-02-11T13:28:27","modified_gmt":"2026-02-11T13:28:27","slug":"kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/","title":{"rendered":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANTAENG<\/strong> | <span style=\"color: #ff0000\"><strong><em>FAJARINDONESIANEWS.ID<\/em><\/strong><\/span>\u2014 Alih-alih meredam konflik pelajar, kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng yang merancang ekstrakurikuler bela diri untuk jenjang SD dan SMP justru menuai kritik keras.<\/p>\n<p>Langkah ini dinilai keliru, berbahaya, dan berpotensi melegitimasi budaya kekerasan di kalangan pelajar.<\/p>\n<p>Kritik tajam datang dari Ketua Umum Pengurus Besar HPMB-Raya, Misbah, yang menilai kebijakan tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman pemerintah daerah dalam menangani akar persoalan tawuran.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan solusi\u00a0 ini salah resep. Mengajarkan bela diri kepada anak-anak di tengah kultur tawuran yang belum dibenahi justru mengirim pesan bahwa kekerasan itu sah dan bisa dipakai. Pemerintah seolah-olah mempersiapkan anak untuk bertarung, bukan untuk berdialog,\u201d tegas Misbah.<\/p>\n<p>Disdikbud Bantaeng sebelumnya beralasan bahwa bela diri dapat membentuk karakter, disiplin, dan pengendalian diri.<\/p>\n<p>Namun Misbah menilai argumen itu naif dan tidak berbasis realitas sosial Bantaeng saat ini.<\/p>\n<p>\u201cDi ruang ideal mungkin bela diri mendidik. Tapi di ruang nyata Bantaeng, di mana tawuran masih marak, kebijakan ini justru berisiko menjadi \u2018amunisi baru\u2019 bagi pelajar untuk berkelahi dengan lebih terampil. Ini bukan pencegahan\u00a0 ini peningkatan kapasitas kekerasan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Misbah, masalah utama tawuran bukan kurangnya kemampuan fisik pelajar, melainkan Lemahnya pembinaan karakter di sekolah, Minimnya mediasi konflik antar sekolah, Tidak adanya ruang aktivitas positif bagi remaja, Buruknya koordinasi Disdikbud dengan Polres, Absennya pendekatan berbasis komunitas dan keluarga<\/p>\n<p>\u201cTawuran tidak terjadi karena anak tidak bisa bela diri. Tawuran terjadi karena mereka tidak diajarkan cara menyelesaikan konflik secara manusiawi. Tapi Disdikbud malah memilih pendekatan otot, bukan pendekatan akal dan hati,\u201d kritiknya.<\/p>\n<p>Misbah menilai kebijakan bela diri lebih mirip upaya Disdikbud mengalihkan tanggung jawab ketimbang menyelesaikan persoalan.<\/p>\n<p>\u201cIni seolah-olah cara Disdikbud mengatakan: \u2018Kalau mau berkelahi, silakan yang penting pakai teknik.\u2019 Itu berbahaya. Pemerintah seharusnya melindungi anak, bukan mempersenjatai mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia Menyarankan Disdikbud Bantaeng Untuk Melakukan pencegahan tawuran berbasis psikologi dan mediasi, Memperkuat peran guru BK di setiap sekolah, Membuat forum damai antar sekolah rawan konflik, dan Melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat<\/p>\n<p>Selain mengkritik Disdikbud, Misbah juga menyoroti Kapolres Bantaeng yang dinilai kurang proaktif.<\/p>\n<p>\u201cPolisi tidak boleh hanya jadi pemadam kebakaran sosial. Harus ada patroli preventif di titik rawan, dialog rutin dengan sekolah, dan pendekatan restoratif\u00a0 bukan sekadar penindakan setelah ada korban,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pencegahan tawuran harus berbasis kolaborasi:<br \/>\nDisdikbud,Polres ,Sekolah dan Orang Tua juga Komunitas Pemuda.<\/p>\n<p>Kritik ini semakin tajam mengingat Bantaeng menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Bagi Misbah, kebijakan bela diri justru bertolak belakang dengan prinsip KLA.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana bisa disebut Layak Anak jika anak-anak justru diarahkan ke kultur fisik dan potensi kekerasan? Layak Anak berarti aman, damai, dan beradab \u2014 bukan jago berkelahi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menutup dengan pernyataan keras:<\/p>\n<p>\u201cJika Pemda Bantaeng serius soal Layak Anak, hentikan logika kekerasan. Jangan didik anak untuk memukul \u2014 didik mereka untuk berdamai.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTAENG | FAJARINDONESIANEWS.ID\u2014 Alih-alih meredam konflik pelajar, kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng yang merancang ekstrakurikuler bela diri untuk jenjang SD dan SMP justru menuai kritik keras. Langkah ini dinilai keliru, berbahaya, dan berpotensi melegitimasi budaya kekerasan di kalangan pelajar. Kritik tajam datang dari Ketua Umum Pengurus Besar HPMB-Raya, Misbah, yang menilai kebijakan<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":21776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[343,6,157,12,1],"tags":[681],"class_list":["post-21775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-nasional","category-pendidikan","category-teknologi","category-uncategorized","tag-kabbantaengdesdikbudminimperhatialepadadidikviral"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANTAENG | FAJARINDONESIANEWS.ID\u2014 Alih-alih meredam konflik pelajar, kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng yang merancang ekstrakurikuler bela diri untuk jenjang SD dan SMP justru menuai kritik keras. Langkah ini dinilai keliru, berbahaya, dan berpotensi melegitimasi budaya kekerasan di kalangan pelajar. Kritik tajam datang dari Ketua Umum Pengurus Besar HPMB-Raya, Misbah, yang menilai kebijakan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fajar Indonesia News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-11T13:28:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-11T13:28:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bachtiar Tahir\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bachtiar Tahir\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bachtiar Tahir\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5f8dfafc8cac4c74e13c7c4731214229\"},\"headline\":\"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya\",\"datePublished\":\"2026-02-11T13:28:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-11T13:28:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/\"},\"wordCount\":453,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/IMG-20260211-WA0074.jpg\",\"keywords\":[\"#kabbantaeng#desdikbud#minimperhatialepadadidik#viral#\"],\"articleSection\":[\"best\",\"Nasional\",\"Pendidikan\",\"Teknologi\",\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/\",\"name\":\"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/IMG-20260211-WA0074.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-11T13:28:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-11T13:28:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/IMG-20260211-WA0074.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/IMG-20260211-WA0074.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1350},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/11\\\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/\",\"name\":\"Fajar Indonesia News\",\"description\":\"Satu Berita Untuk Semua\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fajar Indonesia News\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/cropped-Gemini_Generated_Image_fhk7s7fhk7s7fhk7-Photoroom.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/cropped-Gemini_Generated_Image_fhk7s7fhk7s7fhk7-Photoroom.png\",\"width\":1130,\"height\":331,\"caption\":\"Fajar Indonesia News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5f8dfafc8cac4c74e13c7c4731214229\",\"name\":\"Bachtiar Tahir\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bachtiar Tahir\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fajarindonesianews.id\\\/index.php\\\/author\\\/bachtiar-st\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News","og_description":"BANTAENG | FAJARINDONESIANEWS.ID\u2014 Alih-alih meredam konflik pelajar, kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bantaeng yang merancang ekstrakurikuler bela diri untuk jenjang SD dan SMP justru menuai kritik keras. Langkah ini dinilai keliru, berbahaya, dan berpotensi melegitimasi budaya kekerasan di kalangan pelajar. Kritik tajam datang dari Ketua Umum Pengurus Besar HPMB-Raya, Misbah, yang menilai kebijakan","og_url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/","og_site_name":"Fajar Indonesia News","article_published_time":"2026-02-11T13:28:04+00:00","article_modified_time":"2026-02-11T13:28:27+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1350,"url":"http:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bachtiar Tahir","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bachtiar Tahir","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/"},"author":{"name":"Bachtiar Tahir","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#\/schema\/person\/5f8dfafc8cac4c74e13c7c4731214229"},"headline":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya","datePublished":"2026-02-11T13:28:04+00:00","dateModified":"2026-02-11T13:28:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/"},"wordCount":453,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg","keywords":["#kabbantaeng#desdikbud#minimperhatialepadadidik#viral#"],"articleSection":["best","Nasional","Pendidikan","Teknologi","Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/","url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/","name":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya - Fajar Indonesia News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg","datePublished":"2026-02-11T13:28:04+00:00","dateModified":"2026-02-11T13:28:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#primaryimage","url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg","contentUrl":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260211-WA0074.jpg","width":1080,"height":1350},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/2026\/02\/11\/kritik-tajak-kepada-disdikbud-bantaeng-minimnya-perhatian-kepada-anak-didiknya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kritik Tajam Kepada Disdikbud Bantaeng Minimnya Perhatian Kepada Anak Didiknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#website","url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/","name":"Fajar Indonesia News","description":"Satu Berita Untuk Semua","publisher":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#organization","name":"Fajar Indonesia News","url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-Gemini_Generated_Image_fhk7s7fhk7s7fhk7-Photoroom.png","contentUrl":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-Gemini_Generated_Image_fhk7s7fhk7s7fhk7-Photoroom.png","width":1130,"height":331,"caption":"Fajar Indonesia News"},"image":{"@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/#\/schema\/person\/5f8dfafc8cac4c74e13c7c4731214229","name":"Bachtiar Tahir","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3a36221338ce352a16a7d9b622c37c260a69c41540b64c2b034d63eafd52e378?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bachtiar Tahir"},"url":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/author\/bachtiar-st\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21775"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21778,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21775\/revisions\/21778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fajarindonesianews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}