GOWA | FAJARINDONESIANEWS.ID– Sikap tidak terpuji ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Pattingalloang, Kecamatan Bajeng, Nuraeni. Ia dituding memberikan keterangan palsu kepada awak media terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, yang diduga berujung pada upaya adu domba antara wartawan dan pihak penyedia (vendor).
Kronologi pernyataan kontradiktif
salam sebuah rekaman yang beredar, Nuraeni secara jelas menyebutkan bahwa Yayasan Bumi Arafat Indonesia (MBG Panciro) sering terlambat mengirimkan makanan. Akibat keterlambatan tersebut, makanan seringkali tiba saat para siswa sudah pulang ke rumah.
Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik saat dikonfirmasi kepada pihak pelaksana MBG Yayasan Bumi Arafat Indonesia. Pihak yayasan membantah keras tuduhan tersebut.
”Kasek SD Inpres Pattinggallong berkata sama pihak MBG Panciro,bukan MBG panciro yang sering terlambat, tetapi MBG Bontocinde,” sesuai perkataan sama pihak MBG Panciro.
Upaya Adu Domba dan desakan teguran ketidakkonsistenan pernyataan Kepala Sekolah ini dinilai sebagai upaya untuk membenturkan awak media dengan pemilik MBG Panciro. Hal ini memicu reaksi keras karena dianggap mencederai profesionalisme dan transparansi informasi publik.
Atas kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa didesak untuk segera turun tangan. Nuraeni dinilai perlu mendapatkan teguran keras karena memberikan informasi yang menyesatkan dan mencoba mengadu domba pihak-pihak terkait.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu (18/4/2026), pihak Kepala Sekolah SD Inpres Pattingalloang belum memberikan klarifikasi resmi maupun permohonan maaf terkait pernyataan yang berbeda tersebut.
Laporan: Tim Redaksi























