Sekdes Tinggimae Klarifikasi Kegaduhan di Kantor Desa, Sebut Persoalan Berawal dari Konflik Tanah

GOWA, Fajarindonesianews.id— Sekretaris Desa (Sekdes) Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Abdul Rahman Nappa, memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang terjadi di Kantor Desa Tinggimae, Kamis (10/9/2026).

Abdul Rahman menjelaskan, awalnya pihak desa berupaya mempertemukan dua warganya, yakni Dg Mangun dan Dg Sese, yang masih memiliki hubungan keluarga. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari jalan damai atas persoalan yang berkaitan dengan tanah.

“Ada wargaku di Dusun Bontokappong atas nama Dg Mangun dan Dg Sese yang akan dipertemukan dan didamaikan di kantor desa. Karena kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga dan persoalannya gara-gara tanah,” jelas Abdul Rahman.

Namun, menurutnya, situasi kembali memanas setelah salah satu pihak yang bertikai memanggil seseorang untuk datang ke lokasi.

Abdul Rahman menyebut, keberadaan orang tersebut kemudian memicu kembali ketegangan antara kedua belah pihak, terlebih setelah yang bersangkutan disebut melakukan perekaman video di depan lokasi pertemuan.

“Gara-gara dia ke depan memvideo sehingga bergejolak lagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Untuk mencegah persoalan semakin meluas, Abdul Rahman mengaku meminta orang tersebut untuk duduk di luar dan tidak masuk ke dalam ruangan pertemuan.

“Makanya kupanggilki untuk duduk di luar, jangan masuk menambah masalah,” katanya.

Terkait adanya tudingan bahwa dirinya menarik atau merampas kartu pers milik seorang wartawan, Abdul Rahman membantah keras tudingan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya bermaksud mencocokkan foto yang terdapat pada kartu pers dengan wajah orang yang bersangkutan.

“Saya bantah keras kalau dibilang kutarik kartu persnya. Tidak. Saya cuma mau cocokkan foto di kartu pers dengan mukanya,” tegasnya.

Abdul Rahman juga menyebut suasana di lokasi sempat memanas. Bahkan, kata dia, ada warga yang sampai memukul meja akibat situasi yang semakin gaduh.

Pihak pemerintah desa menegaskan bahwa pertemuan tersebut pada awalnya bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antarwarga secara kekeluargaan, bukan untuk memperkeruh keadaan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Abdul Rahman agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai kejadian yang berlangsung di Kantor Desa Tinggimae.

Laporan: Sumanfle

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List