23.6 C
New York
Jumat, Agustus 29, 2025

Buy now

Tim UNM Latih Nelayan di Biring Kassi Galesong Utara Takalar Pemetaan Potensi dan Pencatatan Hasil

TAKALAR | FajarIndonesiaNews.Id — Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang diketuai oleh Abdul Malik, Ph.D., sukses menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi nelayan Desa Biring Kassi, Kabupaten Takalar.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 23–24 Agustus 2025, di Aula dan Balai Desa Biring Kassi, dengan menghadirkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan sebagai peserta utama.

Program ini bertajuk “Penguatan Ekonomi Nelayan melalui Pemetaan Potensi Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat” yang dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi nelayan sekaligus memperkuat tata kelola potensi desa.

Melalui kegiatan ini, tim UNM menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek, sehingga keberlanjutan desa dapat lebih terjamin.

Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua bagian utama. Pertama, pelatihan dan pendampingan pemetaan potensi desa secara partisipatif, di mana masyarakat diajak untuk bersama-sama mengidentifikasi potensi kelautan, perikanan, dan sumber daya lokal lainnya. Metode ini tidak hanya menghasilkan peta potensi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan kekayaan sumber daya yang mereka miliki.

Kedua, penguatan sistem manajemen usaha nelayan melalui pencatatan hasil tangkapan dan biaya operasional. Dalam sesi ini, nelayan dilatih untuk melakukan pencatatan keuangan sederhana agar pendapatan dan pengeluaran usaha dapat terpantau dengan baik.

Catatan keuangan yang terstruktur diharapkan membantu nelayan dalam membuat perencanaan usaha, memperoleh akses permodalan, hingga meningkatkan daya tawar di pasar.

Kepala Desa Biring Kassi, H. Murdalin Denta, S.Pd., turut hadir dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif UNM yang memberikan manfaat nyata bagi warganya.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat membantu nelayan dalam mengelola potensi desa. Dengan pencatatan hasil tangkapan yang lebih teratur, nelayan bisa lebih mudah merencanakan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ujarnya.

Ketua tim pengabdi, Abdul Malik, Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada partisipasi aktif warga.

“Melalui pemetaan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pihak yang ikut menentukan arah pembangunan desanya. Inilah esensi pengabdian masyarakat, menjadikan warga sebagai mitra sejajar dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan. Sampara Dg, Taba, salah satu nelayan yang juga peserta, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari pelatihan ini.

“Selama ini kami hanya melaut dan menjual hasil tangkapan tanpa pernah mencatat. Dengan pelatihan ini, kami bisa tahu berapa keuntungan dan biaya yang keluar. Ini sangat membantu kami untuk mengatur usaha ke depan,” ungkapnya.

Selain memberikan pelatihan, tim pengabdi UNM juga melakukan pendampingan langsung kepada peserta untuk memastikan keterampilan yang diajarkan benar-benar dapat dipraktikkan. Peserta dilibatkan dalam simulasi pemetaan potensi dan latihan pencatatan hasil tangkapan harian.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan ekonomi nelayan Desa Biring Kassi.

Lebih jauh, hasil dari program pengabdian ini diharapkan bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Takalar maupun wilayah pesisir Sulawesi Selatan secara umum.(*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles