GOWA | FAJARINDONESIANEWS.ID- Ramadan tahun ini menjadi momen istimewa di Kabupaten Gowa. Di bawah kepemimpinan Kapolres Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, rumah jabatan (rujab) yang biasanya identik dengan ruang formal dan terbatas, justru dibuka lebar untuk masyarakat.
Langkah tersebut tergolong jarang ditemui di jajaran kepolisian. Rujab yang umumnya hanya digunakan untuk agenda resmi, selama Ramadan 2026 ini berubah menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat.
Tercatat, Kapolres Gowa empat kali menggelar buka puasa bersama di rumah jabatan yang berada di Jalan Syamsuddin Dg Tunru, Kecamatan Sombaopu.
Lahir di Medan, Lulusan Akpol 2006
AKBP Muhammad Aldy Sulaiman merupakan perwira menengah Polri yang lahir di Medan pada September 1985. Ia resmi menjabat sebagai Kapolres Gowa usai menjalani serah terima jabatan pada 9 April 2025.
Aldy Sulaiman yang kerap disapa MAS Brothers ini adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006, yang dikenal sebagai angkatan penuh semangat dan dedikasi dalam mengemban tugas.
Kariernya di kepolisian diwarnai dengan komitmen terhadap kedisiplinan, integritas, serta pendekatan humanis kepada masyarakat.
Gaya kepemimpinannya di Gowa pun terlihat dari keberaniannya membuka ruang dialog dan kebersamaan, termasuk menjadikan rumah jabatan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat tanpa sekat.
Tidak hanya itu, Dirinya juga terkenal di kalangan gen Z karena kerap berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Buka Puasa Pertama: Perwira Diundang, Tes Urine Mendadak
Buka puasa pertama digelar bersama sekitar 150 perwira menengah, perwira pertama, pejabat utama, Kapolsek dan Kanit se-Kabupaten Gowa.
Suasana awalnya hangat dan penuh kekeluargaan. Namun di tengah acara, Kapolres mendadak mengumumkan seluruh yang hadir wajib mengikuti tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Momentum buka puasa ini untuk meningkatkan solidaritas antar personel. Namun kami juga ingin memastikan komitmen pemberantasan narkoba benar-benar dilaksanakan, bukan hanya slogan,” tegas AKBP Aldy.
Ia menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran melaksanakan pengawasan internal secara serius.
Hasilnya, seluruh personel termasuk dirinya dan Wakapolres dinyatakan negatif narkoba. Buka puasa pun dilanjutkan, menjadi simbol bahwa solidaritas dan integritas berjalan beriringan.
Buka Puasa Kedua: Bersama Jurnalis OKP, Ormas dan Komunitas Ojol
Buka puasa kedua digelar bersama Jurnalis, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), dan komunitas ojek online. Sekitar 600 orang memadati rujab hingga meluber ke badan jalan.
Sebelum berbuka, Kapolres bersama perwakilan Jurnalis, OKP, Ormas dan Ojol turun langsung membagikan ratusan paket takjil di depan Istana Balla Lompoa kepada pengendara dan masyarakat sekitar.
“Ramadan adalah momen memperkuat kebersamaan dan sinergi. Kami ingin menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh elemen Jurnalis, OKP, Ormas dan Ojol di Gowa,” ujarnya.
Buka Puasa Ketiga: Bersama Forkopimda
Buka puasa ketiga digelar bersama unsur Forkopimda Kabupaten Gowa. Agenda tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas institusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami ingin memastikan sinergi tetap terjaga. Stabilitas daerah tidak bisa dijaga sendiri, tetapi harus bersama-sama,” katanya.
Buka Puasa Keempat: Ribuan Warga Padati Rujab, Pedagang Kecil Ikut Berkah
Puncaknya terjadi pada buka puasa keempat. Sekitar 1.000 warga dari berbagai kalangan memadati rumah jabatan.
Warga sekitar Polres Gowa di Jalan Syamsuddin Dg Tunru, tokoh masyarakat, hingga anak-anak yatim hadir menikmati suasana sederhana namun penuh makna.
Di momen inilah sosok Kapolres yang merakyat semakin terlihat. Ia memborong dagangan pedagang kecil di sekitar lokasi.
Tiga gerobak bakso, satu penjual bakso motor, ayam geprek, hingga pedagang nasi goreng ikut merasakan berkah Ramadan.
“Kita ingin bulan suci ini lebih dekat dengan masyarakat. Rumah jabatan ini adalah titipan dari masyarakat, sebagaimana Polri untuk Masyarakat. Jadi tidak ada sekat,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Kapolres juga terlihat membagikan uang jajan ke anak-anak tanpa sekat atau membeda-bedakan. Kebaikan dan kedermawanan kapolres ini menjadikannya sosok yang dicintai banyak masyarakat di Kabupaten Gowa.
Salah satu warga, Irwan, mengaku baru pertama kali masuk ke rujab meski rumahnya tidak jauh dari Polres.
“Kalau bukan karena buka puasa bersama, mungkin saya tidak pernah masuk. Kapolres orang baik dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Empat kali buka puasa dalam satu Ramadan, dengan segmen berbeda internal perwira, elemen pemuda dan ormas, Forkopimda, hingga ribuan warga menjadi gambaran kepemimpinan yang terbuka.
Di tengah citra rumah jabatan yang biasanya eksklusif, langkah AKBP Muhammad Aldy Sulaiman membuka rujab untuk masyarakat menjadi hal yang jarang ditemui.
Bahkan perwira Polres Seperti Kasat dan Kanitnya wajib hadir menyambut para warga sebagai bentuk pelayanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
Ramadan pun menjadi saksi bahwa kebersamaan mampu meruntuhkan sekat antara aparat dan warga, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.























