Kematian Nenek Nursia Binti Roge, Nenek dari Pimpinan Redaksi Fajarindonesianews.id Bachtiar Tahir, Disambut Duka Mendalam

Masamba Luwu Utara | fajarindonesianews.id-Almarhumah Nursia binti Roge, yang telah menginjak usia hampir lebih dari seratus tahun, telah kembali kepada Rahmatullah pada hari Sabtu, 7 Maret 2026 lahir tahun 1939 di Kurri II, Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Kepergian sosok yang akrab disapa Nenek Nursia oleh sanak keluarga dan sekitarnya menjadi momok yang menyayat hati bagi semua pihak yang mengenalnya.

Kehadiran keluarga besar almarhumah, mulai dari kerabat dekat hingga anak tertua yang datang khusus dari Makassar beserta cucu-cucunya, menjadi bukti nyata betapa erat hubungan kasih sayang yang terjalin dalam keluarga tersebut. Setiap tatapan dan ucapan yang keluar dari bibir mereka sarat dengan rasa kehilangan yang mendalam, namun juga penuh dengan rasa syukur atas masa-masa berharga yang pernah bersama sang leluhur.

“Kita semua hari ini merasakan sama, rasa sedih yang tiada tara dan duka yang mendalam menghinggapi hati. Semoga kepergian almarhumah diterima dengan baik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan untuk melanjutkan langkah hidup,” ujar salah satu keluarga dekat dalam kesempatan tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT yang menyatakan bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian, momen tak terelakkan ini datang sebagai pengingat akan kedahsyatan dan kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan abadi yang sesungguhnya, serta hanya Allah SWT yang memiliki hak mutlak untuk menentukan waktu dan cara kepergian setiap makhluk-Nya.

“Jasad memang lebih dulu pergi meninggalkan kita, namun kebaikan yang telah disisakan akan tetap hidup dalam ingatan kita semua. Kita yakin, kehadiran banyak orang di sini pada saat almarhumah dipanggil-Nya adalah bukti bahwa beliau adalah sosok yang baik hati dan banyak memberikan manfaat bagi sekitarnya,” tambah salah satu kerabat yang menyampaikan kata-kata penghormatan.

Secara pribadi, anak-anak dan cucu-cucu almarhumah mengaku sangat dekat dengan Nenek Nursia. Bagi mereka, beliau bukan hanya sosok leluhur, melainkan juga guru hidup yang selalu memberikan nasihat bijak dan teladan yang mulia dalam setiap langkah kehidupan. Di mata keluarga dan tetangga sekitar, almarhumah dikenal sebagai sosok orang tua yang penuh hikmah, penyayang, dan selalu siap membantu siapapun yang membutuhkan.

Bachtiar Tahir, Pimpinan Redaksi Fajarindonesianews.id, yang merupakan menantu almarhumah melalui istri beliau Fitri Dwi Yanti, juga ikut menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. “Kita kehilangan sosok yang luar biasa, sosok yang telah menjadi pijakan kuat bagi keluarga kita. Semoga amal ibadahnya diterima dan beliau ditempatkan di sisi orang-orang yang shalehah,” ujar Bachtiar Tahir dalam kesempatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List