GOWA | FAJARINDONESIANEWS.ID – Puluhan warga Dusun Mattiro Baji, Desa Panciro, melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap manajemen Rumah Sakit (RS) Thalia Irham. Aksi ini dipicu oleh persoalan limbah pembuangan rumah sakit yang berdampak buruk pada lingkungan warga serta janji perbaikan infrastruktur yang tak kunjung terealisasi.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, pembuangan limbah dari pihak rumah sakit diduga mencemari area pemukiman, sehingga menimbulkan keresahan terkait kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Selain masalah limbah, kekecewaan warga memuncak akibat janji pihak RS Thalia Irham yang berkomitmen untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah tersebut dengan melakukan pengecoran. Namun, janji tinggal janji; meski sudah berlalu selama dua tahun, pengerjaan jalan tersebut tak kunjung dilaksanakan.
Kondisi Jalan Memprihatinkan
Hingga hari ini, Rabu (1/4/2020), kondisi jalan di Dusun Mattiro Baji terpantau rusak parah. Warga menilai pihak rumah sakit menutup mata terhadap kerusakan akses jalan yang setiap hari dilalui masyarakat, padahal kerusakan tersebut diduga diperparah oleh aktivitas yang berkaitan dengan operasional rumah sakit.
”Kami sudah lelah hanya diberi janji. Katanya mau dicor, tapi sudah dua tahun tidak ada bukti. Ditambah lagi masalah limbah yang kena ke masyarakat. Ini bentuk protes kami agar mereka sadar,” ujar salah seorang warga di lokasi aksi.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan benda dan blokade yang menutup akses jalan, membuat kendaraan tidak dapat melintas. Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Thalia Irham belum memberikan jawaban resmi maupun menemui warga untuk memberikan solusi terkait pemblokiran jalan tersebut.
Warga mengancam akan terus melakukan aksi blokade hingga ada kesepakatan tertulis dan langkah nyata dari pihak rumah sakit untuk mengatasi masalah limbah serta memulai perbaikan jalan yang telah dijanjikan























