Gowa, Fajarindonesianews.id- Makassar dan Kabupaten Gowa dilanda krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) serta gas bersubsidi 3 kilogram yang telah memasuki hari ketiga. Kelangkaan ini memicu kemacetan panjang di berbagai titik, dengan antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular hingga tengah malam.
Salah satu titik parah terlihat di SPBU Panciro (74.921.07), di mana para pengendara rela berdesakan demi mendapatkan pasokan bahan bakar yang kian sulit didapat. Situasi di lapangan kian memanas akibat kepanikan warga.
Di beberapa SPBU di wilayah Makassar, keributan hingga perkelahian nyaris pecah antara masyarakat yang kehabisan kesabaran dan petugas operator SPBU.
Sukri, seorang sopir truk yang terjebak dalam antrean, mengaku telah menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan solar. “Saya mengantri dari jam 05.00 subuh sampai sekarang jam 16.00 sore,” ungkap Sukri saat ditemui di lokasi, Sabtu (12/9/2026).
Ironisnya, di tengah penderitaan masyarakat yang kesulitan mendapatkan energi dasar, pihak Pertamina Makassar mengeklaim bahwa stok BBM secara keseluruhan dalam kondisi aman.
Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, didesak untuk segera turun tangan mengambil tindakan nyata mengatasi krisis BBM dan gas tabung 3 kilogram yang melumpuhkan aktivitas warga di Makassar dan Kabupaten Gowa.
Masyarakat menilai persoalan distribusi energi mendasar ini merupakan tanggung jawab penuh Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera diselesaikan, agar tidak terus-menerus menyengsarakan rakyat kecil dan memicu konflik horizontal di tingkat bawah.
Laporan: Sumanfle























