GOWA | Fajarindonesianews.id — UPT SMAN 9 Gowa memaparkan profil capaian target kinerja kepala sekolah tahun 2026 melalui sebuah video yang menggambarkan perjalanan, perkembangan, serta komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi yang unggul, religius, dan berkarakter.
Profil tersebut menjadi bagian dari dokumentasi sekaligus refleksi bersama atas berbagai upaya yang telah dilakukan sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas.
Kepala UPT SMAN 9 Gowa, H. Tajuddin, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa capaian dan komitmen sekolah berfokus pada tiga dimensi utama, yakni karakter dan religiusitas, lingkungan dan budaya sekolah, serta akademik dan prestasi.
Ketiga dimensi tersebut menjadi landasan dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
UPT SMAN 9 Gowa memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan di Kabupaten Gowa. Sekolah ini sebelumnya dikenal dengan nama SMA Negeri 1 Pallangga pada tahun 2005.
Seiring perkembangan kebijakan pendidikan dan perubahan tata kelola pemerintahan, sekolah tersebut kemudian menggunakan nama SMA Negeri 9 Gowa pada tahun 2017, setelah pengelolaannya beralih dari Pemerintah Kabupaten Gowa ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan institusi pendidikan ini dalam melanjutkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa.
Sejak tahun 2022, H. Tajuddin, S.Pd., M.Si., menjabat sebagai kepala sekolah setelah menerima penugasan dari Gubernur Sulawesi Selatan.
Di bawah kepemimpinannya, UPT SMAN 9 Gowa terus berkomitmen mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan prestasi.
Dalam profil capaian target kinerja tahun 2026, UPT SMAN 9 Gowa menyoroti tiga dimensi utama yang menjadi perhatian sekolah.
Pertama, karakter dan religiusitas. Sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku positif kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kedua, lingkungan dan budaya sekolah. Penciptaan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, tertib, dan kondusif menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran serta membangun budaya sekolah yang positif.
Ketiga, akademik dan prestasi. Peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi peserta didik terus menjadi perhatian untuk mendorong lahirnya generasi yang berilmu, berdaya saing, dan mampu meraih prestasi di berbagai bidang.
Ketiga dimensi tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menjalankan target kinerja sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan.
H. Tajuddin menegaskan bahwa pengembangan sekolah membutuhkan komitmen bersama seluruh warga sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga dukungan orang tua dan masyarakat, ungkap Tajuddin.
Melalui dokumentasi profil capaian kinerja ini, sekolah berharap seluruh pihak dapat menyaksikan perjalanan dan upaya yang dilakukan sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan.
Peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter, serta pencapaian prestasi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UPT SMAN 9 Gowa dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, UPT SMAN 9 Gowa bertekad menjadi lingkungan pendidikan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai religius. UPT SMAN 9 Gowa: Religius, Berilmu, dan Berkarakter.
Laporan: Sumanfle























