Hingga Kini, Kepala SD Inpres Pattingalloang Belum Meminta Maaf Terkait Silang Pendapat Penyaluran MBG

GOWA |FAJARINDONESIANEWS.COM – Kepala Sekolah SD Inpres Pattingalloang, Nuraeni, S.Pd., hingga saat ini terpantau belum menyampaikan permohonan maaf kepada awak media terkait ketegangan yang dipicu oleh instruksi konfirmasi sepihak mengenai keterlambatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari panciro.

​Kronologi Silang Informasi
​Polemik ini bermula saat Kepala Sekolah (Kepsek) mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung ke pihak yayasan terkait seringnya keterlambatan distribusi makanan di sekolah tersebut. Dalam wawancara awal, Kepsek memberikan keterangan bahwa unit MBG yang berlokasi di Panciro sering terlambat tiba, bahkan saat siswa sudah memasuki jam pulang sekolah.

​Namun, fakta mengejutkan muncul pada Senin (27/4/2026). Pernyataan Kepsek tersebut justru berbanding terbalik saat berkomunikasi langsung dengan pelaksana MBG. Kepsek mengklarifikasi bahwa yang sering terlambat bukanlah unit MBG Panciro, melainkan unit Panakkukang.

​Perubahan pernyataan yang mendadak ini diduga kuat terjadi setelah Kepsek menyadari adanya keterlibatan anggota keluarganya yang bekerja di unit distribusi tersebut.

​Bantahan Keras dari pihak pelaksana MBG panciro tidak tinggal diam menanggapi tuduhan yang simpang siur tersebut. Saat dikonfirmasi, perwakilan MBG membantah keras seluruh pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Pattingalloang.

​”Semua yang dikatakan Kepala Sekolah itu tidak benar,” tegas pihak pelaksana MBG panciro dalam keterangannya.

​Tuntutan Profesionalisme
​Ketidaksesuaian data yang disampaikan oleh pejabat publik di lingkungan pendidikan ini dinilai telah merugikan kerja jurnalis di lapangan. Sikap Kepsek yang terkesan “melempar bola” dan memberikan keterangan yang berubah-ubah dianggap tidak mencerminkan transparansi informasi publik.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada itikad baik atau pernyataan resmi dari Nureni, S.Pd. untuk mengklarifikasi kekeliruan informasi tersebut maupun meminta maaf kepada wartawan yang merasa diarahkan pada informasi yang tidak akurat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List