Ketua BPD Desa Panciro Gencarkan Sosialisasi “Koperasi Merah Putih”, Targetkan Pembentukan Tim di Setiap Dusun

​PANCIRO, BAJENG|FAJARINDONESIANEWS.ID – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Panciro, Sohrawati Dg. Mawangi, S.H., kini tengah aktif turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan bersosialisasi dengan warga Desa Panciro.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat komunikasi serta mengenalkan program strategis yang tengah dibangun, yakni Koperasi Merah Putih (KDMP) dan masyarakat memberi dukungan terhadap BPD panciro adanya program ini.

​Fokus pada pembangunan Ekonomi berbasis Aset warga ​Sohrawati menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan di area lapangan milik masyarakat, dirancang bukan sekadar sebagai badan usaha, melainkan sebagai aset masa depan bagi seluruh warga desa.

​”Program ini kita bangun dengan visi agar ke depan, aset dari Koperasi Merah Putih ini benar-benar bisa menjadi milik warga dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Desa Panciro,” ujar Sohrawati saat ditemui pada Selasa (9/6/2026).

​Sinergi bersama aparat dan tokoh setempat dalam gerakannya, Sohrawati tidak sendiri. Ia mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Penjabat (PJ) Kepala Desa Asram Suhendra,Kepala Dusun Mattirobaji Dg Manai,dan ibu RW hingga sinergi dari Babinsa Serda Hasan dan Bhabinkamtibmas Aiptu Zubair.

​Salah satu anggota BPD, Sukmawaty dan herlina, bahkan telah melakukan kunjungan door-to-door selama tiga hari berturut-turut ke rumah-rumah warga. Kunjungan ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendetail mengenai peran dan fungsi Koperasi Merah Putih (KDMP) agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh.

​Rencana pembentukan Tim di empat dusun ​guna memastikan program ini berjalan lebih optimal dan merata, Sohrawati berencana membentuk tim khusus di setiap dusun. Desa Panciro yang memiliki empat dusun dipandang perlu memiliki perwakilan tim yang solid untuk memfasilitasi kebutuhan warga di tingkat akar rumput.

​Namun, ia tidak menampik adanya kendala pada aspek pendanaan. Menurutnya, untuk menggerakkan tim tersebut secara efektif, diperlukan dukungan biaya operasional agar para relawan dan anggota tim bisa mendapatkan apresiasi, meskipun dalam bentuk yang alakadarnya.

​”Ke depan, kami memang menargetkan ada tim khusus di setiap dusun. Tantangannya saat ini memang di sektor keuangan. Idealnya, kita membutuhkan anggaran agar para tim yang bertugas bisa kita berikan apresiasi atas kerja keras mereka dalam mengawal program ini demi kemajuan desa kita bersama,” tutupnya.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List