Tuntut Pansus KKN, PORMULA Jilid II Datangi Kantor DPRD Gowa

GOWA |FAJARINDONESIANEWS.ID— Eskalasi gerakan pemuda di Kabupaten Gowa kembali memanas. Aliansi yang mengatasnamakan diri Poros Pemuda Melawan (PORMULA) menggelar aksi unjuk rasa jilid II besar-besaran. Massa mengepung dua titik sentral pemerintahan: Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten  Gowa pada Kamis, 7 Mei 2026.

Teriknya matahari tidak menghalangi gerakan aksi demo hari ini untuk menagih janji DPRD, jalan syech yusuf depan kantor DPRD terpaksa diblokade.

Desak DPRD Bentuk Pansus dan Aksi bermula di depan Gedung DPRD Gowa. Di bawah komando Jenderal Lapangan, Ishak, massa aksi menyuarakan rapor merah kepemimpinan Bupati Gowa.

PORMULA menuntut agar lembaga legislatif segera mengambil tindakan nyata dan tidak tinggal diam melihat kondisi daerah.

“Kami datang ke rumah rakyat ini untuk menuntut ketegasan. DPRD Gowa harus segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan perbuatan tercela yang melibatkan Bupati Gowa serta indikasi tindak pidana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)!” tegas Ishak dalam orasinya dari atas mobil komando.

Setelah melangsungkan orasi dan membacakan tuntutan di DPRD, beberapa perwakilan aksi mengikuti undangan masuk keruangan DPRD dan selesai itu aksi pada membubarkan diri.

Lima Isu Krusial yang Diusung dalam aksi jilid II ini, PORMULA membawa lima poin isu turunan yang dinilai menjadi potret kemunduran di Butta Gowa.

Berikut adalah poin-poin tuntutan massa:

1.Rapor Merah Kepemimpinan: Menilai jalannya roda pemerintahan Bupati Gowa saat ini gagal total dalam menyejahterakan rakyat.

2.Pemulihan Nama Baik: Menuntut keadilan dan pemulihan nama baik bagi figur bernama Risqilah.

3.Boikot Kepala Daerah: Menyerukan boikot terhadap bupati agar segera fokus memperbaiki nama baik “Butta Gowa” yang dinilai telah tercoreng.

4.Klarifikasi Skandal: Mendesak Bupati Gowa untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan transparan mengenai dugaan isu skandal yang tengah menggelinding di tengah masyarakat.

5.Bersihkan “Biang Kerok”: Menolak keras adanya adu domba atau penyusup dalam gerakan rakyat, seraya meneriakkan yel-yel: “Jangan ada biang kerok di antara kita! Lawan korupsi, lawan kolusi, lawan nepotisme!”

“Gowa Tidak Sakral Lagi”

Suasana kian membakar ban semangat massa saat koordinator lapangan meneriakkan refleksi atas kondisi sosiologis Gowa hari ini. PORMULA menilai, maraknya dugaan kasus hukum dan etika di lingkaran kekuasaan telah menggerus nilai-nilai luhur daerah.

“Hari ini kami menyuarakan jeritan hati masyarakat. Rakyat Bersatu, Gowa Bermartabat! Kami miris melihat kondisi hari ini, seolah Gowa tidak sakral lagi karena dinodai oleh isu-isu perbuatan tercela dan KKN,” lanjut Ishak di hadapan aparat pengamanan.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih berusaha melakukan negosiasi dengan pihak berwenang di Kantor Bupati Gowa untuk mendapatkan klarifikasi langsung. Jalur lalu lintas di sekitar lokasi aksi sempat mengalami kepadatan, namun tetap berjalan kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP.

Editor: Bachtiar Tahir

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List