​Dinilai Tak Peka Keresahan Warga Makassar, Aksi Joget Menteri Maman di HUT Golkar Banjir Kritik

MAKASSAR| FAJARINDONESIANEWS.ID- Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdurrahman, menjadi sorotan setelah berjoget di atas panggung dalam acara Pesta Rakyat HUT Partai Golkar yang berlangsung di area parkir (parking lot) Mall Phinisi, Makassar, Minggu, 25 Oktober 2026.

Aksi tersebut menuai tanggapan dari seorang warga Makassar yang menyayangkan penampilan seorang pejabat negara di tengah berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait keamanan dan ketertiban di Kota Makassar.

Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu menilai, pejabat publik semestinya turut menunjukkan kepekaan terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Sangat disayangkan seorang menteri berjoget di tengah kondisi Kota Makassar yang menurut kami sedang tidak baik-baik saja. Kejahatan jalanan, begal, dan aksi kekerasan antarkelompok masih membuat warga merasa takut,” ujar warga.

Ia juga menyinggung bencana kebakaran yang disebutnya terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra, dan maraknya aksi begal dan perang kelompok yang terjadi di Makassar. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi para pejabat untuk menunjukkan empati kepada masyarakat yang tengah menghadapi berbagai persoalan.

“Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana kebakaran di Kalimantan dan Sumatra hingga perang kelompok di Makassar. Kami berharap para pejabat lebih menunjukkan kepedulian dan empati terhadap kondisi masyarakat,” katanya dengan nada kecewa.

Menurut warga tersebut, kritik yang disampaikan bukan semata-mata persoalan berjoget di atas panggung, melainkan menyangkut sensitivitas pejabat publik dalam membaca situasi sosial dan keresahan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan WhatsApp pada 26 Oktober 2026, memberikan penjelasan mengenai aksi berjoget tersebut.

Ia menegaskan bahwa tarian yang dilakukan merupakan bagian dari hiburan bersama penonton, bukan semata-mata untuk bersenang-senang.

“Itu joget Poco-Poco. Kita mau menghibur, bukan anu. Kita goyang bersama penonton, bukan joget-joget mau hura-hura,” ujarnya.

Saat dikomfirmasi ulang terkait, tanggapannya bahwa joget Poco-Poco itu untuk menghibur sudah cukup menjawab kritik publik, Ilham Arief Sirajuddin tak merespons hingga berita ini diturunkan.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan dari pihak penyelenggara terkait suasana hiburan dalam acara Pesta Rakyat HUT Golkar tersebut.

Kritik warga memperlihatkan adanya harapan agar pejabat publik tetap memperhatikan situasi keamanan dan kondisi sosial masyarakat ketika menghadiri kegiatan hiburan.

Redaksi@

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List