TAKALAR |FAJARINDONESIANEWS.ID- Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Takalar. Nama Erni Dg Baji kini mencuat dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain besar atau “mafia” solar yang diduga melakukan aksi ilegal dengan modus operandi baru guna mengelabui Aparat Penegak Hukum (APH).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar SPBU, Erni Dg Baji sebelumnya diketahui menggunakan mobil penumpang jenis Sigra serta jerigen untuk melansir solar. Dalam sehari, aktivitas tersebut mampu mengumpulkan hingga 16 jerigen solar dari berbagai SPBU, termasuk SPBU Tepo.
Namun, untuk memperbesar skala pengambilan dan menghindari kecurigaan, pelaku kini diduga beralih menggunakan mobil tronton DP 8478 J warna kuning yang tangkinya telah dimodifikasi. Penggunaan kendaraan berat ini ditengarai sebagai strategi untuk menyamarkan aksi “mengeru” solar bersubsidi dalam jumlah besar di SPBU wilayah Takalar 29/3/2026.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap kali melakukan pengisian senilai Rp950.000, pelaku diduga memberikan uang sebesar Rp1.000.000 kepada operator SPBU. Selisih Rp50.000 tersebut diduga sebagai “uang pompa” atau biaya koordinasi agar aksi pengisian solar dalam volume tidak wajar tersebut berjalan mulus.
Beberapa titik yang menjadi sasaran utama pengambilan solar ini meliputi:
– SPBU Tepo
– SPBU Kalappapak
– Serta beberapa SPBU lain yang tersebar di Kabupaten Takalar.
Aksi ini jelas menabrak aturan hukum. Berdasarkan UU Minyak dan Gas Bumi (Migas), BBM bersubsidi diperuntukkan bagi kalangan terbatas seperti petani, nelayan, dan kendaraan transportasi umum tertentu. Pengalihan solar subsidi untuk keuntungan pribadi melalui kendaraan modifikasi merupakan tindak pidana serius.
Warga setempat mulai mempertanyakan komitmen kepolisian dalam memberantas praktik ini. Alasan pelaku yang mengklaim bahwa solar tersebut digunakan untuk melayani mobil mesin pemanen (combine) saat musim panen raya dianggap hanya sebagai kedok.
”Banyak mobil siluman yang mengambil solar di sini. Kami warga berharap Polres Takalar berani bertindak tegas. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap oknum yang bergelar mafia solar ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kini, publik menunggu langkah nyata dari Polres Takalar. Keberanian kepolisian untuk menangkap armada “siluman” milik Erni Dg Baji menjadi ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di wilayah hukum Takalar. Jika tidak ada tindakan, spekulasi negatif dari masyarakat mengenai kinerja APH dipastikan akan terus bergulir.
lp; Budiman
























