Sempat Kritis 3 Hari, Edy Lira Mengembuskan Napas Terakhir di RS Thalia Irham Panciro

GOWA|FAJARINDONESIANEWS.ID— Kabar duka menyelimuti warga Desa Panciro, Kecamatan Bajeng. Setelah berjuang melewati masa kritis selama tiga hari, Edy Ramli Dg Lira’ (49) dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Thalia Irham Panciro pada Selasa (19/5/2026).

​Saat ini, jenazah almarhum telah diantar dan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Bontoramba Selatan, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

​Kronologis kejadian berdasarkan informasi yang dihimpun dari istri almarhum, Dg Caya, peristiwa tersebut bermula pada Minggu dini hari (17/5/2026) sekitar pukul 03.00 WITA. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum diketahui tidak tidur selama tiga malam berturut-turut, yang diduga memicu kondisi kelelahan ekstrem.

​”Beliau sudah tidak tidur tiga malam, mungkin kecapekan. Beliau sempat mengeluhkan sakit kepala yang sangat hebat secara mendadak, hingga akhirnya tidak sadarkan diri,” ungkap Dg Caya.
Kondisi almarhum sempat memburuk setelah tensi darahnya melonjak drastis hingga mencapai angka 280. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga langsung melarikan korban ke RS Thalia Irham Panciro pada 17 Mei untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

​Namun takdir berkata lain, setelah tiga hari berjuang dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri di rumah sakit, Edy Ramli Dg Lira’ akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keputusan pihak keluarga, almarhum Edy Ramli Dg Lira  rencananya akan dikebumikan di Pekuburan Boka, Desa Tinggi Mae, Kecamatan Barombong. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan hari ini setelah ibadah salat Zuhur.

​Hingga berita ini diturunkan, suasana di rumah duka terus dipadati oleh pelayat. Pihak keluarga dekat, kerabat, hingga tetangga dari jauh dan dekat terus berdatangan untuk memberikan doa serta ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List