GOWA |Fajarindonesianewa.id- Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin, S.H. Karaeng Tinggi, secara resmi menyampaikan apresiasi terhadap sikap keluarga besar HT yang memilih untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum dan politik yang sedang berjalan di Kabupaten Gowa. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan penghormatan terhadap mekanisme konstitusional serta menjadi langkah positif dalam menjaga kondusivitas masyarakat Gowa.
Dalam pernyataannya, Amiruddin menilai bahwa di tengah situasi yang berkembang saat ini, langkah mundur dari jabatan adalah jalan terbaik demi kepentingan masyarakat luas, meredakan kegaduhan yang berkepanjangan, serta menjaga marwah daerah.
”Masyarakat Gowa saat ini tengah merasakan keprihatinan sekaligus rasa malu atas situasi yang berkembang. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tegas Amiruddin di Gowa, Minggu (12/7/2026).
Lebih lanjut, Amiruddin menegaskan dukungan penuh lembaganya terhadap Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa. Ia memandang Pansus sebagai instrumen konstitusional yang sah untuk menegakkan kebenaran dan memeriksa dugaan pelanggaran sumpah jabatan oleh Bupati Gowa.
”Langkah yang diambil DPRD Gowa merupakan pengejawantahan dari fungsi pengawasan (check and balances) demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” tambahnya.
Pihak keluarga besar HT pun menitipkan pesan khusus kepada HT dan BK agar memenuhi panggilan sidang hak angket dengan sikap kesatria dan penuh tanggung jawab. Mereka didesak untuk memberikan keterangan secara jujur serta menghentikan segala bentuk narasi yang berpotensi memicu kegaduhan publik.
Amiruddin secara tegas memperingatkan semua pihak untuk menghindari apa yang ia sebut sebagai “taktik kamikaze politik”, yakni langkah-langkah yang mengorbankan kepentingan masyarakat dan persatuan daerah hanya demi mempertahankan posisi atau kepentingan sesaat.
Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga lembaga adat Kerajaan Gowa untuk terus menjaga nilai Siri’ sebagai warisan luhur masyarakat Bugis-Makassar. Ia mengimbau agar seluruh elemen menghindari upaya-upaya yang dapat membenturkan sesama warga Gowa.
”Kebenaran mungkin terasa pahit, tetapi kejujuran akan selalu menjadi jalan menuju kehormatan. Harga diri yang dijaga dengan kejujuran jauh lebih mulia daripada kemenangan yang diraih dengan mengabaikan kebenaran. Persatuan hanya dapat terwujud apabila setiap pihak berani mengatakan yang benar, sekalipun pahit,” pungkasnya.
Lp: Sumanfle























