SPPG Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di Pattallassang Gowa, Sampel Makanan Disebut Tidak Ditemukan Bakteri

Gowa | fajarindonesianews.id – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 11 siswa SD Sangnging-Sangnging, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Klarifikasi tersebut disampaikan melalui kerabat dapur yayasan, Firmansyah Ali Daeng Tangnga, menyusul laporan sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak SPPG, setelah kejadian tersebut dilakukan investigasi cepat oleh pihak Dinas Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Gowa.

Dalam proses pemeriksaan, sejumlah sampel dikumpulkan untuk mengetahui kemungkinan penyebab keluhan yang dialami para siswa.

Sampel yang diperiksa meliputi sisa makanan MBG yang telah dikonsumsi siswa. Selain itu, petugas juga mengambil sampel air minum yang dibawa siswa dari rumah serta sampel air isi ulang atau air galon yang disediakan di sekolah dan diminum oleh siswa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterima pihak SPPG, sampel makanan MBG disebut tidak ditemukan bakteri.

“Hasil lab uji makanan dari MBG dinyatakan tidak ada bakteri (nol) dan memenuhi syarat dari kualitas makanan,” demikian keterangan yang disampaikan pihak SPPG melalui Firmansyah.

Pihak SPPG menyebut hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan tersebut keluar dalam waktu sekitar 1 x 24 jam.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap sampel air minum masih berlangsung. Dalam keterangan pihak SPPG, hasil pemeriksaan sementara terhadap air minum dan air isi ulang disebut tidak memenuhi syarat karena ditemukan kandungan E. coli dan coliform dalam jumlah tinggi.

“Hasil lab air minum dan isi ulang (galon) tidak memenuhi syarat, mengandung bakteri E. coli dan coliform (sangat tinggi),” demikian keterangan pihak SPPG.

Namun, hasil pemeriksaan lengkap terhadap sampel air tersebut disebut masih menunggu dan dijadwalkan dapat dikeluarkan setelah proses pemeriksaan selama sekitar 2 x 24 jam.

Pihak SPPG menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap berbagai sampel dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kemungkinan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Dengan adanya hasil pemeriksaan tersebut, pihak SPPG meminta agar informasi mengenai dugaan keracunan MBG tidak langsung disimpulkan sebagai fakta sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan keterangan resmi dari instansi terkait diterbitkan.

Hingga saat ini, penyebab keluhan kesehatan yang dialami 11 siswa SD Sangnging-Sangnging masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Hasil laboratorium terhadap sampel air serta pemeriksaan medis terhadap para siswa diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kejadian tersebut.

fajarindonesianews.id akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak terkait.

Laporan: Sumanfle

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List