Gowa, Fajarindonesianews.id || Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berlokasi di kawasan Lapangan Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, yang dikerjakan pada tahun 2022 silam, kini kembali menjadi sorotan tajam publik. Infrastruktur kesehatan ini menuai pertanyaan besar terkait besaran anggaran yang digelontorkan, dinilai tidak sebanding dengan kondisi fisik bangunan yang berdiri saat ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, nilai kontrak pembangunan Pustu tersebut disebutkan mencapai angka fantastis, yakni menyentuh Rp 125 juta. Angka ini dianggap sangat membengkak dan jauh di atas standar wajar. Masyarakat menilai bahwa secara visual dan kapasitas bangunan, nilai riil pembangunan gedung tersebut dinilai tidak sampai menyentuh nominal tersebut.
Kondisi ini memicu kecurigaan luas di kalangan warga setempat. Publik menilai terdapat ketidakwajaran yang mencolok dalam perencanaan maupun pelaksanaan anggaran. Kuat dugaan adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oknum tertentu dalam pengelolaan keuangan desa, sehingga nilai anggaran yang terserap terlihat jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai fisik bangunan yang dihasilkan.
Menanggapi kegaduhan ini, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi secara resmi kepada pihak kepala desa H. Mannarima Kami telah mencoba menghubungi Kepala Desa Pannyangkalang baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp, namun sayangnya hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun respons yang diberikan oleh yang bersangkutan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Bendahara Desa sebagai pihak yang memegang kendali atas aliran dana desa. Sama halnya dengan Kepala Desa, upaya yang dilakukan melalui jalur komunikasi yang sama juga tidak membuahkan hasil. Pihak yang dimintai keterangan tersebut tampak enggan memberikan klarifikasi terkait rincian anggaran dan realisasi pembangunan Pustu tersebut, Sabtu (25/04/2026).
Akibat minimnya transparansi dan tidak adanya jawaban yang memuaskan dari pihak desa, desakan publik pun semakin keras. Warga dan berbagai pihak menuntut agar segera dilakukan audit mendalam terhadap pengelolaan keuangan di Desa Pannyangkalang. Keresahan masyarakat semakin menjadi lantaran dugaan kuat adanya penyimpangan tidak hanya terjadi pada proyek ini, namun diduga kuat masih banyak kasus serupa yang belum terungkap.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi yang disampaikan oleh pihak pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya. Redaksi senantiasa membuka ruang seluas-luasnya bagi hak jawab dan klarifikasi dari semua pihak yang merasa berkepentingan untuk menyampaikan fakta dan data yang sebenarnya demi kebenaran publik.























